Pengaruh
Kedisiplinan Sumber daya manusia dalam manajemen.
Dibuat Untuk Memenuhi tugas pkkmb feb 2019
Oleh : Izqi Najwa Fakhrezzy
NPM : 1910631020115
Universitas Singaperbangsa Karawang
FEB
2019/2020
Kata
Pengantar
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Segala puji allah kita panjatkan
dengan penuh rasa syukur yang telah memberikan saya kesehatan sehingga saya
dapat menyelesaikan makalah dengan tepat waktu, shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda
tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafa’atnya di
akhirat nanti.
Saya ucapkan terimakasih kepada
keluarga, teman, dan senior-senior universitas singaperbangsa karawang yang
telah memberikan berbagai informasi kepada saya sehingga saya dapat dengan
lancar mengerjakan makalah ini dengan judul “Pengaruh Kedisiplinan Sumber Daya
Manusia dalam manajemen
Saya menyadari bahwa makalah yang
saya buat masih jauh dari kata sempurna sehingga saya harap, saya dapat
menerima kritik ataupun saran dari pembaca untuk makalah ini agar makalah yang
saya tulis dapat menjadi lebih baik lagi.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Karawang
23 Agusutus 2019
Penulis
Daftar isi
Kata Pengantar................................................................................................................... i
BAB I Pendahuluan............................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang........................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................................. 1
1.3 Tujuan.................................................................................................................... 1
1.4 Manfaat.................................................................................................................. 1
1.5 Metodologi Penelitian............................................................................................ 2
BAB II Kerangka Teoritis.................................................................................................... 3
BAB III Isi........................................................................................................................... 4
BAB IV Penutup.................................................................................................................. 8
4.1 Kesimpulan............................................................................................................. 8
4.2 Saran....................................................................................................................... 8\
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pada umumnya
manusia perlu mengatur, merencanakan berbagai kegiatan yang dilakukannya mulai
dari perancanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, dan pengendalian. Yang
pada awalnya saya merasa pribadi pun merasa bingung tentang cara kerjanya,
namun karna saya diberikan tugas oleh universitas sebagai tujuan utama untuk
belajar maka saya memutuskan untuk
membuat karya ini dan melihat salah satu berita di internet tentang displin
manajemen ketengakerjaan oleh karna itu sya pun semakin termotivasi untuk
membuat tulisan ini
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang diperlukan untuk
menanggulangi tetang disiplin ketenagakerjaan ?
1.3 Tujuan
1. Mengenal tentang ilmu manajemen dan
disiplin Sumber Daya mansuia
2. Memenuhi Persyaratan PKKMB
3. Melakukan pembelajaran kuliah
1.4 Manfaat
1. Mendapatkan pengetahuan lebih tentang
ilmu manajemen
2. Mendapatkan Informasi tentang displin
sumber daya manusia
3. Mendapatkan tata cara dasar mengelola
displin sumber daya manusia
1.5 Metodologi Penelitian
Metode Penelitian yang saya gunakan
saat ini adalah metode deskriptif dimaana data yang saya peroleh merupakan data
kualitatif ataupun kualitatif yang bersumber dari internet.
BAB II
Kerangka teoritis
Dalam sebuah
perusahaan, kedisiplinan merupakan salah satu faktor penting untuk menghasilkan
kinerja terbaik dari karyawan. Menurut Theo Haimann (1982), disiplin adalah
suatu kondisi yang tertib, dengan anggota organisasi yang berperilaku
sepantasnya dan memandang peraturan-peraturan organisasi sebagai perilaku yang
dapat diterima. Sedangkan menurut William B. Wherter dan Keith Davis (1996),
disiplin adalah tindakan atau perilaku manajemen yang menuntut
pemenuhan kebutuhan akan standar organisasi. Dari beberapa pengertian tersebut,
kita dapat mengetahui bahwa disiplin merupakan hal pokok yang harus dimiliki
setiap karyawan dalam mengerjakan pekerjaan atau tugasnya. Disiplin yang baik
menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar karyawannya terhadap tugas-tugas
yang diberikan kepadanya. Hal ini dapat mendorong karyawan untuk lebih
bergairah dan bersemangat dalam bekerja yang akhirnya mendukung tercapainya
tujuan perusahaan.
Pada
dasarnya terdapat beberapa indikator yang mempengaruhi kedisiplinan dalam
sebuah perusahaan, antara lain: tujuan dan kemampuan, teladan pimpinan, balas
jasa, keadilan, sanksi hukuman, ketegasan, dan hubungan kemaanusian (Hasibuan,
2005).
Salah satu
indikator yang akan dibahas dalam artikel ini adalah ketegasan seorang
pemimpin. Sebenarnya, pemimpin harus berani dan tegas bertindak untuk menghukum
setiap karyawan yang indisipliner sesuai dengan sanksi hukuman yang telah
ditetapkan. Harapannya, ketegasan pemimpin itu dapat membentuk tingkah laku
karyawan yang sesuai dengan aturan perusahaan atau dapat dikatakan menjadikan
karyawan menjadi lebih disiplin terhadap pekerjaannya.
Namun, pada
kenyataannya tidak semua pemimpin dapat berlaku tegas terhadap semua
karyawannya. Masih ada pemimpin yang menunjukkan sikap mudah mentolerir
kesalahan atau tindakan indisipliner karyawannya. Terkadang, hal ini dijadikan
celah bagi karyawan untuk tidak mematuhi standar operasional yang telah
ditetapkan perusahaan. Akibatnya, karyawan akan bekerja dan bertindak sesuka
hati mereka dan menghasilkan kinerja yang buruk bagi perusahaan.
Biasanya
rendahnya ketegasan seorang pemimpin itu disebabkan oleh beberapa faktor
terutama faktor “Rasa Takut” yaitu takut dibenci.
Pemimpin Takut Dibenci
Mengatakan
yang benar itu benar dan yang salah itu salah memiliki resiko yang besar
sekalipun dilakukan oleh seorang pemimpin. Terkadang ketegasan seorang pemimpin
mendapat penolakan dari bawahannya. Disini pemimpin beranggapan bahwa penolakan
tersebut nantinya justru dapat membuat karyawan lebih melawan dan semakin tidak
dapat dikendalikan. Hal ini akan menyebabkan produktivitas karyawan akan
semakin menurun.
Rasa takut
akan kebencian ini dapat diminimalisir dengan cara memahami bahwa kebencian itu
sifatnya sementara. Dengan seiringnya waktu, semua orang dapat berubah pikiran
dan pendapat. Hal itu terjadi karena adanya kemungkinan bahwa karyawan atau
bawahan belum mengerti dan menangkap apa makna atau manfaat yang akan dicapai
dari ketegasan tersebut. Apabila dengan ketegasan tersebut karyawan merasakan
manfaatnya (seperti kinerjanya yang meningkat), maka karyawan tersebut akan
berterima kasih kepada pemimpin. Positifnya, karyawan tersebut akan menularkan
semangat disiplinnya kepada karyawan yang lain. Hal ini akan memberikan efek
positif bagi perusahaan. Jadi, sebaiknya pemimpin itu tidak boleh beranggapan
negatif terlebih dahulu karena semua keputusan yang diambil belum tentu
berujung penolakan dan justru membuahkan semangat positif. Sudah seharusnya
pemimpin juga menyadari bahwa menjadi seorang pemimpin memang harus berani
mengambil keputusan sekalipun itu sulit dilakukan. Tugas pemimpin bukanlah
menyenangkan atau menghibur karyawan, namun membimbing karyawan untuk dapat
melakukan tugasnya dengan baik dan benar sesuai dengan peraturan yang ada.
Dari semua
penjelasan diatas, sebaiknya pemimpin-pemimpin perusahaan saat ini lebih
meningkatkan ketegasan diri masing-masing. Karena akan sangat membantu, tidak
hanya untuk mengatur kedisiplinan karyawan namun dapat digunakan sebagai
pedoman dalam mengambil keputusan untuk setiap masalah yang terkait perusahaan.
Pemimpin
harus pandai memainkan emosi untuk membangun ketegasan dalam diri mereka.
Pemimpin sebaiknya berusaha untuk selalu berada dalam emosi yang positif. Lebih
baik pemimpin itu mengutamakan dampak dari tindakan yang diambil atau
diputuskan daripada emosi belaka. Selain itu, logika pikiran yang kuat akan
membuat pemimpin memiliki kekuatan. Kekuatan untuk membedakan dan menyatakan
mana yang benar dan salah akan menjadi sebuah “ketegasan” dalam diri seorang
pemimpin.
Disamping
ketegasan pemimpin, kedisiplinan karyawan juga dapat dibentuk dari budaya kerja
perusahaan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan
kedisplinan karyawan, antara lain:
1.Aturan harus
ditetapkan dengan jelas.
Misalkan
aturan jadwal kerja. Jadi dalam SOP Perusahaan sudah harus disebutkan jam
berapa karyawan datang, toleransi keterlambatan, jam istirahat, dan jam berapa
karyawan bisa pulang. Semua itu harus jelas dan sesuai dengan aturan-aturan
perusahaan yang berlaku pada umumnya.
2.Penerapan
konsekuensi terhadap kedisiplinan dan ketidakdisiplinan yang jelas.
Konsekuensi
yang jelas akan mendorong karyawan untuk lebih disiplin. Misal pemotongan
tunjangan. Hal ini biasanya membuat karyawan takut untuk tidak disiplin dan
memilih untuk mengubah perilaku buruknya.
3.Kedisiplinan
merupakan bagian dari penilaian kinerja.
4.Ketidakdisiplinan
haruslah diidentifikasi penyebabnya, baik itu secara langsung maupun tidak
langsung.
Semua ini diharapkan
mampu meningkatkan kedisiplinan karyawan yang akan berdampak positif terhadap
perusahaan. Ingat sekali lagi, bahwa ketegasan pemimpin adalah faktor utama
penentu kedisiplinan karyawan karena “Pemimpin adalah ketegasan tanpa ragu”.
BAB III
ISI
Manajemen merupakan sebuah ilmu yang didalamnya terdapat sebuah tata cara
yang dilakukan untuk mengatur dan mengurus suatu hal agar dapat dikerjakan
dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditentukan, kerja manajemen
merupakan kerja pokok yang tidak dapat diabaikan oleh setiap orang dikarenakan,
praktek maupun pelaksanaan nya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh walaupun
dengan adanya pimpinan atau manajer yang mengawasi ataupun mengarahkan tetap
saja, diperlukan pengetahuan ataupun praktek dasar bagi setiap orang untuk
dapat melaksanakannya dengan baik dan bagi setiap orang untuk dapat
memilikinya, disiplin salah satunya merupakan dasar yang harus dimiliki oleh
setiap tenaga kerja , berikut merupakan
beberapa cara untuk dapat memperoleh dan mengembangkan disiplin tenaga kerja :
1. Melaksanakan Program Pelatihan.
Program Pelatihan merupakan salah
satu cara yang dapat dilakukan untuk dapat memberikan ilmu dasar kepada calon
ketenagakerjaan sehingga tenaga kerja dapat meperoleh tentang kegiatan yang
dilakukan oleh mereka sehingga kita dapat menilai apakah mereka sanggup atau
bisa beradaptasi dengan sistem manajemen yang baru.
2. Memberikan hadiah kepada para tenaga kerja
yang disiplin.
Para tenaga kerja tentu akan senang
apabila diberikan hadiah ataupun reward untuk mereka yang berhasil menjadi
tenaga kerja disiplin, hal ini dapat membuat mereka untuk berbuat dan
menjalankan kedisiplinan secara lanjut.
3. Memberikan sanksi kepada para tenaga
kerja yang tidak disiplin
Sanksi
merupakan hukuman ataupun denda yang diberikan kepada para tenaga kerja yang
kurang disiplin dalam melakukan pekerjaanya sehingga mereka akan jenuh dan
tidak berbuat seperti hal nya mereka mendapatkan hukuman ataupun sanksi yang
dapat mengurangi suatu kepemilikan seseorang.
4. Menerapkan aturan yang jelas
Aturan yang jelas
merupakan salah satu cara untuk dapat memperoleh dan mengembangkan tentang
disiplin ketenagakerjaan misalnya dengan menerapkan jam kerja dan jam istirahat
yang seimbang, tata cara berpakaian dan atribut sesuai ketentuan dan banyak
lagi hal lainnya.
5. Melaksanakan survei pengendalian
secara rutin
Dengan menempatkan orang-orang sesuai
dengan spesialis kerja tertentu dapat
membuat survey atau pengendalian tenaga kerja lebih mudah dan teratur dengan
adanya orang yang ditugaskan secara langsung dan memantau kegiatan pekerjaan
lapangan
BAB IV
Penutup
4.1 Kesimpulan
Manajemen Merupakan ilmu yang
mempelajari banyak hal tentang bisnis dan berbagai sub ilmu lainnya yang
memberikan berbagai pengetahuan dan dasar-dasar kita untuk dapat membuat dan
mengembangkan berbagai macam hal, dan
disiplin dalam ilmu manajemen juga merupakan salah satu tindakan yang tepat
untuk mengembangkan tindakan tersebut.
4.1 Saran
Dengan adanya manajemen diharapkan semua orang dapat
melakukan perencanaan, pengorganisasian, serta pengontrolan secara tepat dan
melaksanakan hal-hal tersebut dengan baik dan tepat.
Daftar Pustaka
Najwa, Izqi. Materi
kuliah Manajemen. Dikutip 11 september 2016. https://putritias19.blogspot.com/2016/09/materi-kuliah-pengantar-manajemen.html
Najwa, Izqi. Manajemen:
Definisi, prinsip, unsur, dan bidang-bidang manajemen. Dikutip 11 Oktober
2012. https://www.ekonomi-holic.com/2012/11/manajemen-definisi-prinsip-unsur-dan.html
