Friday, August 23, 2019

Tugas Makalah PKKMB UNSIKA


Pengaruh Kedisiplinan Sumber daya manusia dalam manajemen.
Dibuat Untuk Memenuhi tugas pkkmb feb 2019


Oleh : Izqi Najwa Fakhrezzy
NPM : 1910631020115
Universitas Singaperbangsa Karawang
FEB
2019/2020

Kata Pengantar
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji allah kita panjatkan dengan penuh rasa syukur yang telah memberikan saya kesehatan sehingga saya dapat menyelesaikan makalah dengan tepat waktu, shalawat serta salam  semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Saya ucapkan terimakasih kepada keluarga, teman, dan senior-senior universitas singaperbangsa karawang yang telah memberikan berbagai informasi kepada saya sehingga saya dapat dengan lancar mengerjakan makalah ini dengan judul “Pengaruh Kedisiplinan Sumber Daya Manusia dalam manajemen
Saya menyadari bahwa makalah yang saya buat masih jauh dari kata sempurna sehingga saya harap, saya dapat menerima kritik ataupun saran dari pembaca untuk makalah ini agar makalah yang saya tulis dapat menjadi lebih baik lagi.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh





                                                                                               Karawang 23 Agusutus 2019

                                                       
                                                                                                                   Penulis
Daftar isi
Kata Pengantar................................................................................................................... i
BAB I Pendahuluan............................................................................................................ 1
1.1  Latar Belakang........................................................................................................ 1
1.2  Rumusan Masalah.................................................................................................. 1
1.3   Tujuan.................................................................................................................... 1
1.4  Manfaat.................................................................................................................. 1
1.5  Metodologi Penelitian............................................................................................ 2
BAB II Kerangka Teoritis.................................................................................................... 3
BAB III Isi........................................................................................................................... 4
BAB IV Penutup.................................................................................................................. 8
     4.1 Kesimpulan............................................................................................................. 8
     4.2 Saran....................................................................................................................... 8\


BAB I
Pendahuluan


1.1  Latar Belakang
Pada umumnya manusia perlu mengatur, merencanakan berbagai kegiatan yang dilakukannya mulai dari perancanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, dan pengendalian. Yang pada awalnya saya merasa pribadi pun merasa bingung tentang cara kerjanya, namun karna saya diberikan tugas oleh universitas sebagai tujuan utama untuk belajar maka saya memutuskan untuk  membuat karya ini dan melihat salah satu berita di internet tentang displin manajemen ketengakerjaan oleh karna itu sya pun semakin termotivasi untuk membuat tulisan ini
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang diperlukan untuk menanggulangi tetang disiplin ketenagakerjaan ?
1.3  Tujuan
1.      Mengenal tentang ilmu manajemen dan disiplin Sumber Daya mansuia
2.      Memenuhi Persyaratan PKKMB
3.      Melakukan pembelajaran kuliah
1.4  Manfaat
1.      Mendapatkan pengetahuan lebih tentang ilmu manajemen
2.      Mendapatkan Informasi tentang displin sumber daya manusia
3.      Mendapatkan tata cara dasar mengelola displin sumber daya manusia


1.5  Metodologi Penelitian
Metode Penelitian yang saya gunakan saat ini adalah metode deskriptif dimaana data yang saya peroleh merupakan data kualitatif ataupun kualitatif yang bersumber dari internet.


























BAB II
Kerangka teoritis
Dalam sebuah perusahaan, kedisiplinan merupakan salah satu faktor penting untuk menghasilkan kinerja terbaik dari karyawan. Menurut Theo Haimann (1982), disiplin adalah suatu kondisi yang tertib, dengan anggota organisasi yang berperilaku sepantasnya dan memandang peraturan-peraturan organisasi sebagai perilaku yang dapat diterima. Sedangkan menurut William B. Wherter dan Keith Davis (1996), disiplin adalah tindakan atau perilaku manajemen yang menuntut pemenuhan kebutuhan akan standar organisasi. Dari beberapa pengertian tersebut, kita dapat mengetahui bahwa disiplin merupakan hal pokok yang harus dimiliki setiap karyawan dalam mengerjakan pekerjaan atau tugasnya. Disiplin yang baik menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar karyawannya terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini dapat mendorong karyawan untuk lebih bergairah dan bersemangat dalam bekerja yang akhirnya mendukung tercapainya tujuan perusahaan.
Pada dasarnya terdapat beberapa indikator yang mempengaruhi kedisiplinan dalam sebuah perusahaan, antara lain: tujuan dan kemampuan, teladan pimpinan, balas jasa, keadilan, sanksi hukuman, ketegasan, dan hubungan kemaanusian (Hasibuan, 2005).
Salah satu indikator yang akan dibahas dalam artikel ini adalah ketegasan seorang pemimpin. Sebenarnya, pemimpin harus berani dan tegas bertindak untuk menghukum setiap karyawan yang indisipliner sesuai dengan sanksi hukuman yang telah ditetapkan. Harapannya, ketegasan pemimpin itu dapat membentuk tingkah laku karyawan yang sesuai dengan aturan perusahaan atau dapat dikatakan menjadikan karyawan menjadi lebih disiplin terhadap pekerjaannya.
Namun, pada kenyataannya tidak semua pemimpin dapat berlaku tegas terhadap semua karyawannya. Masih ada pemimpin yang menunjukkan sikap mudah mentolerir kesalahan atau tindakan indisipliner karyawannya. Terkadang, hal ini dijadikan celah bagi karyawan untuk tidak mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan perusahaan. Akibatnya, karyawan akan bekerja dan bertindak sesuka hati mereka dan menghasilkan kinerja yang buruk bagi perusahaan.
Biasanya rendahnya ketegasan seorang pemimpin itu disebabkan oleh beberapa faktor terutama faktor “Rasa Takut” yaitu takut dibenci.
Pemimpin Takut Dibenci
Mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah memiliki resiko yang besar sekalipun dilakukan oleh seorang pemimpin. Terkadang ketegasan seorang pemimpin mendapat penolakan dari bawahannya. Disini pemimpin beranggapan bahwa penolakan tersebut nantinya justru dapat membuat karyawan lebih melawan dan semakin tidak dapat dikendalikan. Hal ini akan menyebabkan produktivitas karyawan akan semakin menurun.
Rasa takut akan kebencian ini dapat diminimalisir dengan cara memahami bahwa kebencian itu sifatnya sementara. Dengan seiringnya waktu, semua orang dapat berubah pikiran dan pendapat. Hal itu terjadi karena adanya kemungkinan bahwa karyawan atau bawahan belum mengerti dan menangkap apa makna atau manfaat yang akan dicapai dari ketegasan tersebut. Apabila dengan ketegasan tersebut karyawan merasakan manfaatnya (seperti kinerjanya yang meningkat), maka karyawan tersebut akan berterima kasih kepada pemimpin. Positifnya, karyawan tersebut akan menularkan semangat disiplinnya kepada karyawan yang lain. Hal ini akan memberikan efek positif bagi perusahaan. Jadi, sebaiknya pemimpin itu tidak boleh beranggapan negatif terlebih dahulu karena semua keputusan yang diambil belum tentu berujung penolakan dan justru membuahkan semangat positif. Sudah seharusnya pemimpin juga menyadari bahwa menjadi seorang pemimpin memang harus berani mengambil keputusan sekalipun itu sulit dilakukan. Tugas pemimpin bukanlah menyenangkan atau menghibur karyawan, namun membimbing karyawan untuk dapat melakukan tugasnya dengan baik dan benar sesuai dengan peraturan yang ada.
Dari semua penjelasan diatas, sebaiknya pemimpin-pemimpin perusahaan saat ini lebih meningkatkan ketegasan diri masing-masing. Karena akan sangat membantu, tidak hanya untuk mengatur kedisiplinan karyawan namun dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengambil keputusan untuk setiap masalah yang terkait perusahaan.
Pemimpin harus pandai memainkan emosi untuk membangun ketegasan dalam diri mereka. Pemimpin sebaiknya berusaha untuk selalu berada dalam emosi yang positif. Lebih baik pemimpin itu mengutamakan dampak dari tindakan yang diambil atau diputuskan daripada emosi belaka. Selain itu, logika pikiran yang kuat akan membuat pemimpin memiliki kekuatan. Kekuatan untuk membedakan dan menyatakan mana yang benar dan salah akan menjadi sebuah “ketegasan” dalam diri seorang pemimpin.
Disamping ketegasan pemimpin, kedisiplinan karyawan juga dapat dibentuk dari budaya kerja perusahaan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kedisplinan karyawan, antara lain:
1.Aturan harus ditetapkan dengan jelas.
Misalkan aturan jadwal kerja. Jadi dalam SOP Perusahaan sudah harus disebutkan jam berapa karyawan datang, toleransi keterlambatan, jam istirahat, dan jam berapa karyawan bisa pulang. Semua itu harus jelas dan sesuai dengan aturan-aturan perusahaan yang berlaku pada umumnya.
2.Penerapan konsekuensi terhadap kedisiplinan dan ketidakdisiplinan yang jelas.
Konsekuensi yang jelas akan mendorong karyawan untuk lebih disiplin. Misal pemotongan tunjangan. Hal ini biasanya membuat karyawan takut untuk tidak disiplin dan memilih untuk mengubah perilaku buruknya.
3.Kedisiplinan merupakan bagian dari penilaian kinerja.
4.Ketidakdisiplinan haruslah diidentifikasi penyebabnya, baik itu secara langsung maupun tidak langsung.
Semua ini diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan karyawan yang akan berdampak positif terhadap perusahaan. Ingat sekali lagi, bahwa ketegasan pemimpin adalah faktor utama penentu kedisiplinan karyawan karena “Pemimpin adalah ketegasan tanpa ragu”.


























BAB III
ISI

Manajemen merupakan sebuah ilmu yang didalamnya terdapat sebuah tata cara yang dilakukan untuk mengatur dan mengurus suatu hal agar dapat dikerjakan dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditentukan, kerja manajemen merupakan kerja pokok yang tidak dapat diabaikan oleh setiap orang dikarenakan, praktek maupun pelaksanaan nya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh walaupun dengan adanya pimpinan atau manajer yang mengawasi ataupun mengarahkan tetap saja, diperlukan pengetahuan ataupun praktek dasar bagi setiap orang untuk dapat melaksanakannya dengan baik dan bagi setiap orang untuk dapat memilikinya, disiplin salah satunya merupakan dasar yang harus dimiliki oleh setiap tenaga kerja ,  berikut merupakan beberapa cara untuk dapat memperoleh dan mengembangkan disiplin tenaga kerja :

1.      Melaksanakan Program Pelatihan.
Program Pelatihan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk dapat memberikan ilmu dasar kepada calon ketenagakerjaan sehingga tenaga kerja dapat meperoleh tentang kegiatan yang dilakukan oleh mereka sehingga kita dapat menilai apakah mereka sanggup atau bisa beradaptasi dengan sistem manajemen yang baru.
2.       Memberikan hadiah kepada para tenaga kerja yang disiplin.
Para tenaga kerja tentu akan senang apabila diberikan hadiah ataupun reward untuk mereka yang berhasil menjadi tenaga kerja disiplin, hal ini dapat membuat mereka untuk berbuat dan menjalankan kedisiplinan secara lanjut.
3.      Memberikan sanksi kepada para tenaga kerja yang tidak disiplin
Sanksi merupakan hukuman ataupun denda yang diberikan kepada para tenaga kerja yang kurang disiplin dalam melakukan pekerjaanya sehingga mereka akan jenuh dan tidak berbuat seperti hal nya mereka mendapatkan hukuman ataupun sanksi yang dapat mengurangi suatu kepemilikan seseorang.
4.      Menerapkan aturan yang jelas
Aturan yang jelas merupakan salah satu cara untuk dapat memperoleh dan mengembangkan tentang disiplin ketenagakerjaan misalnya dengan menerapkan jam kerja dan jam istirahat yang seimbang, tata cara berpakaian dan atribut sesuai ketentuan dan banyak lagi hal lainnya.
5.      Melaksanakan survei pengendalian secara rutin
Dengan menempatkan orang-orang sesuai dengan  spesialis kerja tertentu dapat membuat survey atau pengendalian tenaga kerja lebih mudah dan teratur dengan adanya orang yang ditugaskan secara langsung dan memantau kegiatan pekerjaan lapangan








    

                BAB IV
                                                                Penutup

4.1  Kesimpulan
Manajemen Merupakan ilmu yang mempelajari banyak hal tentang bisnis dan berbagai sub ilmu lainnya yang memberikan berbagai pengetahuan dan dasar-dasar kita untuk dapat membuat dan mengembangkan berbagai macam  hal, dan disiplin dalam ilmu manajemen juga merupakan salah satu tindakan yang tepat untuk mengembangkan tindakan  tersebut.


4.1  Saran
Dengan adanya manajemen diharapkan semua orang dapat melakukan perencanaan, pengorganisasian, serta pengontrolan secara tepat dan melaksanakan hal-hal tersebut dengan baik dan tepat.





Daftar Pustaka
Najwa, Izqi. Materi kuliah Manajemen. Dikutip 11 september 2016. https://putritias19.blogspot.com/2016/09/materi-kuliah-pengantar-manajemen.html
Najwa, Izqi. Manajemen: Definisi, prinsip, unsur, dan bidang-bidang manajemen. Dikutip 11 Oktober 2012. https://www.ekonomi-holic.com/2012/11/manajemen-definisi-prinsip-unsur-dan.html